Selasa, 21 Mei 2013

Bab I Perwatan luka post op SC



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, Kemajuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bahagia dan negara indonesia yang ditandai oleh pendukungnya, Hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal seluruh wilayah Republik Indonesia. Sasaran pembangunan kesehatan menuju Indonesia yang sehat 2010 adalah perilaku hidup sehat yaitu secara bermakna jumlah Ibu memeriksakan diri dan melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan (Depkes RI, 1999).
Disektor kesehatan sendiri, upaya kesehatan yang dilakukan akan lebih mengutamakan upaya kuratif, promotif tanpa meninggalkan preventif dan rehabilitatif. Tindakan bedah sectio caesarea merupakan upaya untuk mengobati (kuratif) suatu penyakit atau meringankannya untuk dapat menyelamatkan nyawa ibu maupun janin. Bedah caesar kadang menjadi alternatif persalinan yang mudah dan nyaman. Anggapan ini membuat mereka memilih persalinan cara ini dari pada alami, meskipun tanpa indikasi medis. (Dini Kasdu, 2003 : 3).
Menurut statistik tentang 3.509 kasus sectio caesarea yang disusun oleh Peel dan Chamberlain (1968), indikasi sectio caesarea yang terbanyak adalah disproporsi repalo peluik (21%), sedangkan indikasi lain adalah gawat janin (14%), plasenta pravia (11%), pernah sectio caesarea (11%), Incoordinate Uterine Action (9%), preeklamsi dan hipertensi (7%). (Hanifa Wiknjosostro, 1994), namum berkat kemajuan antibiotik, transfusi darah, anastesi dan teknik operasi lebih sempurna kecendrungan untuk melakukan operasi ini tampa dasar indikasi yang cukup kuat. Survei sederhana pernah dilakukan oleh Prof. Dr Gulardi dan dr. A. Basalomah terhadap 64 rumah sakit di Jakarta pada tahun 1993. hasilnya, tercatat 17.665 kelahiran yang dikutip dari majalah Ayah Bunda No. 3/February 2001. Dari angka kelahiran tersebut, sebanyak 19,5-27,3% diantaranya merupakan operasi caesar karena adanya komplikasi cephalo pelvic disprortion/CPD (ukuran lingkar pinggul ibu tidak sesuai lingkar kepala janin). Berikutnya, operasi caesar akibat perdarahan hebat yang terjadi selama persalinan sebanyak 11,8-21% dan kelahiran caesar kerena janin sungsang berkisar 4,3-8,7% (Dini Kasdu, 2003 : 4).
Data lain yang didapat dari RSUP N Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tahun 1999-2000, Menyebutkan bahwa dari jumlah persalinan sebanyak 404 perbulan, 30% diantaranya merupakan persalinan caesar, 52,5% adalah persalinan spontan, sedangkan sisanya dengan bantuan alat seperti vacum dan forsep. Berdasarkan persentase kelahiran caesar tersebut, 13.7% disebabkan oleh gawat janin (denyut jantung janin lemah menjelang persalinan) dan 2,4% karena ukuran janin terlalu besar sehingga tidak dapat melewati pinggul ibu. Sisanya, sekitar 13,9% opersi caesar dilakukan tampa melakukan pertimbangan medis. (Dini Kasdu, 2003:6).
Sectio caesarea merupakan prosedur bedah untuk pelahiran janin dengan insisi melalui abdomen dan uterus (Liu, 2007, hal .227). Sectio caesarea adalah suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan sayatan rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram (Sarwono, 2005, hal. 133). Sectio caesarea atau bedah sesar adalah sebuah bentuk melahirkan anak dengan melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang ibu (laparotomi) dan uterus (hiskotomi) untuk mengeluarkan satu bayi atau lebih (Dewi Y, 2007, hal. 1-2) Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa sectio caesarea adalah suatu tindakan operasi yang bertujuan untuk melahirkan bayi dengan jalan pembukaan dinding perut.
Menurut Ruth Jhonson dalam bukunya Buku Ajar Praktik Kebidanan (2005:370) bahwa penambahan usia berpengaruh terhadap semua penyembuhan luka sehubungan dengan adanya gangguan sirkulasi dan koagulasi, respon inflamasi yang lebih lambat dan penurunan aktifitas fibroblas.
Berdasarkan dari data di ruang Maternitas RSUD Polewali Mandar pada bulan Juli 2012 sampai Januari 2013 tercatat jumlah ibu yang melahirkan dengan sectio caesarea sebanyak 130 orang (32,3%) dari 402 pasien yang melakukan persalinan. Rata-rata lama hari pasien post sectio caesarea dirawat di ruang Maternitas RSUD polewali mandar antara lain 6 pasien lama rawatannya berkisar antara 9 – 11 hari, 67 pasien dirawat berkisar antara hari 6 – 8 hari, 60 pasien dirawat berkisar antara 3 – 5 hari. Dari data didapatkan bahwa rata-rata lama hari rawat pasien post sectio caesarea berkisar antara 6 – 8 hari. (RSUD Polewali Mandar, 2012)
Berdasarkan masalah di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) perawatan luka post op SC di ruang Maternitas RSUD polewali mandar”.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka rumusan masalah yang perlu dibahas dan diteliti adalah : “bagaimanakah hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang kebidanan RSUD polewali mandar”?
1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.



1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Untuk mengetahui pengetahuan perawat terhadap standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.
1.3.2.2 Untuk mengetahui penerapan perawat terhadap standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.
1.3.2.3 Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.
1.4  Manfaat Penelitian
1.4.1  Manfaat Teoritis
Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisa masalah pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas  RSUD polewali mandar.
1.4.2  Manfaat Praktis
1.4.2.1     Bagi RSUD Polewali Mandar
Sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dalam lingkup rumah sakit umum daerah polewali mandar untuk melakukan perencanaan, pengembangan, pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan praktik keperawatan di dalam kebidanan
1.4.2.2     Bagi Profesi keperawatan
                            Menambah pengetahuan tentang hubungan yang dapat mempengaruhi tindakan perawat terhadap standar operasional prosedur (SOP) perawatan luka post op SC sehingga dapat menjelaskan kepada pasien dan masyarakat cara-cara mencegah terjadinya infeksi.
1.4.2.3     Bagi institusi Pendidikan
                            Menambah pengetahuan mahasiswa tentang adanya hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.
1.4.2.4     Bagi Masyarakat
Menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi keluarga dan masyarakat akan pentingnya kesehatan
1.4.2.5   Bagi Peneliti
Merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan untuk mengetahui pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC di ruang maternitas RSUD polewali mandar.

Read More..

Bab III perawatan luka post op SC



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.    Rancangan  Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei melalui pendekatan cross sectional, yaitu rancanagan penelitian yang pengukuran atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat (sekali waktu ) (Alimul Hidayat, 2008).
Pada penelitian ini akan menganalisis mengenai hubungan terhadap penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post sc. Dengan variabel independen/bebas adalah pengetahuan perawat sedangkan variabel dependent/terikat ialah penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post sc.
3.2.    Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka kerja merupakan bagan kerja rancangan kegiatan penelitian yang akan dilakukan. (Alimul Hidayat, 2008)
Kerangka konsep penelitian ialah upaya merangkaikan variable-variabel kedalam suatu bagan sehingga jelas hubungan masing-masing variable. (Azrul Azwar, 2003)
Kerangka konsep dalam penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post sc di ruang  maternitas Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar yaitu sebagai berikut :
Perawat
Variabel independen                       Variabel Dependen      
Ada Hubungan
v Pengetahuan
·      Tahu
·      Memahami
·      Aplikasi
·      Analisis
·       

·         Sintesis
·         Evaluasi

Standar operasional prosedur perawatan luka post op SC
·         Perawatan luka post sc
·    
·         Perawatan luka post sc
·    
·         Perawatan luka post sc
·    
Tidak Ada Hubungan
 








Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

Keterangan :
: Di teliti
: Tidak di teliti
                              : ada hubungan

3.3.  Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan suatu jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan (Hidayat,2007)
Hipotesis adalah pernyataan suatu dalil atau kaidah, tetapi kebenarannya belum terujikan.
Hipotesis dalam penelitian keperawatan terdiri atas hipotesis nol dan hipotesis alternative.hipotesis alternative menyatakan ada hubungan antara variabel, sedangkan hipotesis nol menyatakan tidak ada hubungan antara variable (Hidayat, 2007)
Ho:  - Tidak ada hubungan  pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC.
Ha:    -  Ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post op SC.
3.4.    Definisi Operasional
Tabel 3.2   Defenisi Operasional
No
Variabel
Definisi
Operasional
Indikator
Alat
Ukur
Hasil
Ukur
Skala
01.
Independen
Pengetahuan
Hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.
-    Definisi
-    Tujuan
-    Fungsi
-    Langkah – langkah
Kuesioner
Baik      76-100 %
Cukup 56-75%
Kurang < 56% (Arikunto, 2002)

Ordinal
2
Dependen
Standar operasional prosedur perawatan luka post op SC
-   Suatu tindakan yang dilakukan dengan mengunakan teknik steril          langkah kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tertentu klien
-    Melakukan
-    Tidak melakukan

Observasi
-  Ya
-  Tidak

Goutman




3.5.    Identifikasi Variabel
3.5.1.  Variabel bebas (Independent)
Variabel independen, yaitu variabel bebas, sebab, mempengaruhi, artinya variabel yang merupakan faktor yang mempengaruhi variabel dependent. Yang termasuk variabel independent adalah pengetahun.
3.5.2.  Variabel terikat (dependent)
Variabel dependent yaitu variabel tergantung, akibat, terpengaruh, artinya variabel yang dipengaruhi oleh variabel independent. Yang termasuk variabel dependent pada penelitian ini adalah penerapan standar operasional  prosedur perawatan luka post sc.
3.6    Populasi, Sampel dan Sampling
3.6.1.  Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Prosedur Penelitian, 2003:108). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perawat dan bidan di ruang maternitas RSUD Polewali Mandar sebanyak 22 perawat dan bidan pada tahun 2013.
3.6.2.  Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Prosedur Penelitian, 2003:109). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik total sampling yaitu teknik  penetapan sampel dengan cara memilih semua populasi untuk dijadikan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebanyak 22 perawat dan bidan di ruang  maternitas RSUD Polewali Mandar.
3.6.3        Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi populasi yang dapat mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2003). Pada penelitian ini pengambilan besar sampel ditentukan dengan total sampling.
Menurut Sugiyono (2007), total sampling adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu semua perawat dan bidan di ruang  maternitas RSUD polewali mandar sebanyak 22 orang.
3.7        Pengumpulan dan Analisis Data
3.7.3        Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini telah mendapatkan izin dari kepala RSUD Polewali Mandar dan data diperoleh melalui :
3.7.3.1  Data Primer
Data primer didapatkan dengan cara wawancara langsung terhadap responden menggunakan kuesioner dan observasi berdasarkan variable-variabel yang diteliti, di antaranya; pengetahuan, sikap perawat dan penerapan standar operasional prosedur perawatan luka post sc.
3.7.3.2  Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari Rumah Sakit dan penelusuran berbagai literatur buku penunjang sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu pembuatan kuesioner sebagai alat ukur atau alat pengumpul. Setelah selesai, kuesioner kemudian di uji validitas dan realibilitas, untuk dapat digunakan sebagai alat ukur dalam pengumpulan data.
Uji kuesioner tersebut harus dilakukan di lapangan. Dimana responden yang digunakan ialah yang memiliki ciri-ciri responden dari tempat dimana penelitian tersebut harus dilaksanakan adapun tempat yang akan dilakukan pengujian kuesioner tersebut ialah RSUD Majene yang berdekatan dengan RSUD Polewali Mandar.
Agar diperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati normal, maka jumlah responden untuk uji coba paling sedikit 20 perawat. (Notoatmodjo, 2002)
Setelah penentuan responden yaitu 20 perawat kemudian menyeleksi calon responden dengan bepedoman pada kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah itu pemberian lembar kuisioner kepada responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian wawancara dengan kuisioner dan menjelaskan cara pengisian kuisoner.

a.     Uji Validitas
Uji validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang di ukur. (Notoatmodjo, 2002)
Uji Validitas ialah relevan tidaknya pengukuran dan pengamatan yang dilakukan pada penelitian. (Nursalam, 2001)
Setelah diperoleh data dari responden kemudian di uji dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap item (pertanyaan) dengan skor total kuesioner tersebut. Dengan demikian uji korelasi sebanyak jumlah pertanyaan yang diajukan. Adapun teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi “product moment” yang rumusnya sebagai berikut :
R =
Ket :
R = korelasi
X = Pertanyaan tiap nomor
Y = skor total
Setelah dihitung semua korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total, untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap-tiap pertanyaan itu significant, maka perlu dilihat pada tabel nilai product moment yang dapat dilihat dalam buku-buku statistic. Adapun buku yang dijadikan acuan dari nilai Product moment ialah Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah oleh A. Aziz Alimul Hidayat tahun 2008 dan Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek oleh Arikunto tahun 2002, jika nilai korelasi dari pertanyaan > nilai product moment  maka pertanyaan tersebut valid begitupun sebaliknya.
b.    Uji Realibilitas
Realibilitas ialah kesamaan hasil pengukuran / pengamatan bila fakta/ kenyataan hidup tadi diukur / diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan. (Nursalam, 2001)
Realibilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. (Notoatmodjo, 2002)
Dalam pengujian realibilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik belah dua, dimana alat ukur (kuesioner) yang telah disusun dibelah/dibagi menjadi dua. Oleh sebab itu pertanyaan dalam kuesioner itu harus cukup banyak yaitu sekitar 40-60 pertanyaan (Notoatmodjo, 2002), dimana langkah-langkah yang dilakukan ialah
Mengajukan kuesioner tersebut kepada sejumlah responden, kemudian dihitung validitas masing-masing pertanyaan. Pertanyaan yang valid dihitung sedangkan yang tidak valid dibuang. Kemudian membagi pertanyaan valid tersebut menjadi dua kelompok secara acak. Skor masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan sehingga menghasilkan 2 kelompok skor total. Kemudian melakukan uji korelasi dengan rumus korelasi product moment tersebut, antara belahan pertama dan kedua. Selanjutnya dengan daftar seperti uji korelasi sebelumnya, dapat diketahui realibilitas kuisioner tersebut.

3.7.4        Rencana Pengolahan Data
Setelah pengumpulan data selesai, kemudian dilakukan pengolahan data dimana datanya diperoleh dari kuesioner yang telah di kumpulkan kemudian data tersebut diolah dalam beberapa tahap yaitu sebagai berikut. (Cholid Narbuko, 2009)
3.7.4.1  Editing
Mengedit adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data. Tujuan dari editing adalah untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada di dalam kuesioner yang sudah diselesaikan.
3.7.4.2  Coding
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari pada responden ke dalam kategori-kategori. Dimana memberi tanda/kode berbentuk angka.
3.7.4.3  Tabulasi data
Tabulasi data merupakan suatu kegiatan untuk mengelompokkan data sesuai item yang ditentukan oleh peneliti (Arikunto, 2002)
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam langkah tabulasi data yaitu :
a.       Memberi skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor
b.      Mengubah jenis data bila diperlukan, disesuaikan atau dimodifikasi dengan teknik analisis yang akan digunakan

3.8         Analisa Data
3.7.1.4           Analisis Univariate
Analisis Univariate dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya pada analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentasi dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2003)
Aspek pengetahuan menggunakan teknik tabulasi dan presentasi dengan rumus:
P = X   x 100 %
  N

Keterangan:
P = Prosentase
N = Jumlah Responden
X = Jumlah alternatif jawaban
Hasil perhitungan dimasukkan kedalam standar kriteria objek
Pengetahuan
-                  Baik 76 – 100 %
-                  Cukup 56 -75 %
-                  Kurang < 55%
(Arikunto, 2002)
3.7.1.5           Analisis Bivariate
Dilakukan untuk mencari hubungan antara 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Untuk menentukan hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen dilakukan dengan
 rumus:
Dengan kriteria penerimaan dan penolakan Ho sebagai berikut:
1)        Bila nilai perhitungan uji statistik lebih besar dibandingkan nilai yang berasal dari tabel, maka keputusannya: Ho ditolak atau Ha diterima
Bila nilai perhitungan uji statistik lebih kecil dibandingkan nilai berasal dari tabel, maka keputusannya: Ho diterima atau Ha ditolak.

.
3.9    Etika Dalam Penelitian
3.9.1.   Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan ini diberikan kepada responden yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat penelitian. Bila responden menolak maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-hak responden.

3.9.2.   Anonymity (Tanpa Nama)
Untuk menjaga kerahasiaan, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden, tetapi lembar tersebut diberi kode.
3.9.3.  Confidentiality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil peneliti.


Read More..